Bersama Cegah Corona
Sumber : https://nucare.id/project/gerakan_sejuta_masker_cegah_corona



Pemerintah Indonesia sendiri, melalui Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan sudah ada 117 orang yang positif Covid-19 di Indonesia. Data itu diumumkan pada Minggu (15/03) kemarin. Bila dibandingkan dengan data Sabtu (14/03), jumlah pasien positif Covid-19 meningkat sebanyak 21 orang (Detik.com).

Dari 117 kasus, jumlah pasien yang meninggal karena Corona ada lima orang, sementara delapan orang sudah dinyatakan sembuh. Achmad Yurianto mengatakan, kelima pasien yang meninggal memiliki penyakit pendahulu lain sebelum positif Corona.

Adapun pasien positif Corona tersebar di delapan wilayah, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara (Kompas.com).

Sesuai Undang-Undang Bencana Nomor 24/2007, pandemik/wabah virus Corona ditetapkan Pemerintah sebagai Bencana Nasional. Maka itu, Pemerintah mengimbau agar semua pihak baik di pusat maupun daerah, termasuk masyarakat diharapkan untuk berpartisipasi mencegah penyebaran virus Corona.

Sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membentuk Satgas NU Cegah Covid-19 dan menggelar sosialisasi serta penerapan SOP Covid-19 pada Jumat (13/03) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Pada kegiatan itu, diresmikan pula Posko NU Peduli Covid-19, screening, penyemprotan disinfektan, dan penerapan standardisasi protokol NU Cegah Covid-19.

Koordinator Satgas NU Peduli Cegah Covid-19, Makki Zamzami, menyatakan bahwa pihaknya mengupayakan agar warga NU dan masyarakat secara luas dapat memahami tentang Covid-19 dan bisa mencegahnya agar tidak terinfeksi virus Corona, sehingga tidak panik dalam meresponsnya.

"Oleh karena itu, beberapa protokoler terutama dari NU yang amaliyahnya banyak, seperti Tahlilan, Maulidan, dan lain-lain wajib dari kita untuk memberitahukan informasi dan membuat SOP di setiap kegiatan-kegiatan, terutama di kantor-kantor NU," ucap Makki, seperti dikutip NU Online.

SOP atau protokol NU Cegah Covid-19 itu nantinya disosialisasikan juga kepengurusan NU baik di tingkat wilayah (provinsi) maupun cabang (kabupaten/kota). Selain kantor-kantor NU, SOP juga diberlakukan di klinik-klinik, pesantren atau lembaga pendidikan, dan masjid yang berafiliasi dengan NU. 

"Kemudian bagaimana standar pengadaan acara besar di lingkungan NU, kemudian evakuasi untuk posko-posko yang ada di PCNU. Jadi nanti setiap PCNU atau PWNU itu kita ada posko," ungkap Sekretaris Satgas NU Peduli Cegah Covid-19, Surotul Ilmiyah.

Posko cabang itu, kata Surotul, bertugas untuk melakukan koordinasi dengan Puskesmas setempat maupun rumah sakit rujukan, baik rumah sakit NU atau rumah sakit yang direkomendasikan pemerintah setempat.

Kemudian, Satgas NU Peduli Cegah Covid-19, melalui lembaga filantropi NU Care-LAZISNU dalam program kemanusiaan “NU Care for Humanity”, menggalang pengadaan thermal scannerhand sanitizer, sabun cuci tangan, masker serta kegiatan penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor NU dan pesantren.

Mari, NU Care-LAZISNU mengajak semua sahabat peduli agar turut serta dalam gerakan NU Cegah Corona, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email

Jangan panik, tetap waspada! Jangan lebay, jangan abai!

Tim NU Peduli siap layani pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 selama 24 jam di Posko NU Peduli, atau bisa juga didapatkan informasi dan konsultasi melalui Halo NU Peduli via telepon (WA): 0813 8979 8679 dan media sosial Twitter dan Instagram: @nupedulicovid19.

NU Peduli juga membuka kesempatan bagi kamu untuk berkontribusi menjadi bagian dari Relawan Posko NU Peduli Covid-19. Pendaftaran klik di sini!